tips dan trik dalam mengenalkan fitrah seksualitas sesuai tahapan usia anak
Dikelompok kami lebih memberikan tips dan trik dalam
mengenalkan fitrah seksualitas sesuai tahapan usia anak. Dalam diskusi yang
kami lakukan ternyata masih berat untuk mengenalkan nama nama organ vitasl
sesuai dengan nama ilmiahnya bagibeberapa keluarga., Dimana nama nama tersebut
masih dianggap tabu untuk dikenalkan. Bahkan ada dalam suatu keluarga yang
memanggil organ vitalnya dengan nama marganya.
Dalam keluarga kami tantangan tersendiri untuk
mengenalkan nama nama organ vital dengan nama ilmiahnya. Walaupun secara tidak
langsung sudah kami kenalkan pelan pelan.
Pembahasan yang dilakukan ;
Pertanyaan 1.
Rimawanti: sejujurnya saya belum menyebut organ vital dengan
nama sebenarnya "penis dan vagina".
Saya masih bingung. Adakah teman2 yang sudah menerapkannya untuk
anak usia di bawah 7 tahun?
Leila Niwanda: Saya vagina sudah, karena anak-anak perempuan
sih. Untuk penis seingat saya sudah, tapi sekilas-sekilas gitu pas jelasin
kenapa ada yang pipis di pinggir jalan... Usia anak yang besar 6th. Jelasinnya
waktu dia 5 tahunan kalau nggak salah ingat
Fita Rahmat: saya baru mulai di anak ke3 mba, krn anak 1 & 2
sudah terlanjur dikenalkan eyang yg mengasuhnya dgn bahasa istilah
"burung" utk penis. tapi anak ke3 msh 21 bln jadi blm menirukan, smg
saat sdh bisa bicara dia menyebut dgn benar. Kita yg harus konsisten menyebut
kata itu didepannyaðŸ˜
Pipiet: Mengenai penyebutan vagina / penis.Baru saja si kecil
setelah saya mandikan pagi dan ia memegang megang vaginanya sambil
nyengir2 menghadap saya.
ternyta memang penyebutan kata Vagina / Penis masih banyak yg
memandang sebagai hal yg tabu. Pun itu yg terjadi di rumah saya td. Saat saya
Mengenalkan nama nya ke anak. Dan di dengar oleh suami. Eh suami malah langsung
menghampiri saya sambil bilang "bunda ko ngomong gitu ke Aisyah"
Sekejap saya merasa salah ucap. Tp di kuatkan lg dg materi yg
sdg di bahas di kuliah bunsay. Dan saya lngsung Komunikasi kan ke suami dan ia
baru ok. Berasa lolos dr *secuil* tantangan jadinya.
Kyknya butuh penguatan yg banyak jg. Krn saya sendiri masih blm PD
kyknya kalau hal seperti td terjadinya di keluarga besar atau di
lingkaran luar keluarga inti saat ini.
Kartini: tantangan hidup, saya juga belum mengenalkan ini vagina/penis.
jadi setelah level ini, baru terbuka "ini loh yang seharusnya"
Mumun : Saya jg kasih tau Ayman dg istilah ilmiah : penis, anus.
Tapi Ayah'e ttp maunya kasih tau dibahasakan Titit.
Finalita: Iya mbak...memang pada umumnya keluarga masih
menganggap tabu penyebutan organ seksual. Payudara dengan susu/nenen, penis
dengan burung, ataupun vagina dengan pepo/nona manis, dsb tergantung istilah di
keluarga tersebut. Namun memang pelan2 kita coba ajarkan istilah yang
seharusnya. Agar anak juga tidak bingung lihat burung terbang dengan burung di
celana. Setuju konsistensi diperlukan dalam membersamai perkembangan anak
Leila Niwanda: Karena anak-anak suka baca/buka-buka buku,
jadinya sering buku itu jadi alat bantu untuk menjelaskan. Misalnya buku atau
majalah tentang perawatan bayi, menyusui....
Pertanyaan 2 ;
Rita: Maaf mau tanya, bila penyebutan utk jenis kelamin di
arahkan pada penyebutan nama keluarganya, misalanya boleh kah. Misal kakak saya
yng menikah dengan org batak maka akan menyebut alat kelamin laki lakinya
dengan "siregar"
Kusendra Yunika: Kl menurut saya sebaiknya nggak mbak. Karena
beda konteks dan akan membuat anak bingung. Kalau ud terlanjur diberi penguatan
ke anak mbak
Comments