tarbiyah jinsiyah
Kelompok 7 membahas tentang tarbiyah jinsiyah atau Pendidikan
Seksualitas (pada anak)baik secara islam maupun versi barat. Menurut islam
adalah Upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam,
sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya
sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik
keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt, sehingga manusia terbebas dari
perbuatan zina. Sedangkan menurut versi barat adalah hanya mengajarkan
"seksualitas yang sehat" meliputi: seks secara anatomis, fisiologis
dan psikologis saja. Misal, cara mencegah kehamilan, tidak aborsi dsb.
Ciri ciri orang teradiksi pornografi, adalah
1. Suka menyendiri
2. Bicara tidak melihat mata lawan bicara
3. Prestasi di sekolah menurun
4. Suka berbicara jorok
5. Berperilaku jorok (menarik tali bra,
menyenggol dg sengaja bagian tubuh tertentu, dll)
6. Suka berkhayal tentang pornografi.
7. Banyak minum dan banyak pipis.
8. Suka menonton, bila dihentikan akan mengamuk
(tantrum).
FAKTOR YANG MEMBAWA
PENGARUH DALAM PENDIDIKAN ialah :
1- Keluarga / Orang tua
2- Lingkungan
3- Media
4- Doa
Orang tua zaman sekarang betul-betul sangat berat untuk mendidik
anak-anaknya, karena anak-anak dapat dengan mudah memperoleh informasi yang
kebanyakan tidak baik dan bahkan menyesatkan dari luar lingkungan keluarga.
Arus Ghowzul Fikr telah begitu dahsyatnya meracuni pemikiran ummat Islam
terutama anak-anak kita.Â
Oleh karena itu mulailah dari keluarga, beri penjelasan kepada
anak-anak, mudah-mudahan mereka punya daya kebal terhadap pengaruh buruk dari
banyaknya informasi yang mencelakakan.
Yang tak kalah penting diingat oleh orangtua, menurut Ustadz
Budi Ashari, Lc, ada tiga pembahasan utama dalam pendidikan seksual yakni:
1. Berketurunan
2. Bersuci
3. Menutup aurat
Ustadzah Herlina Amran memberikan beberapa langkah yang bisa
dilakukan orangtua terkait menanamkan Tarbiyah Jinsiyah untuk
anak-anaknya:
Dan satu hal yang tidak kalah penting juga ialah:
💠Mendampingi Anak
Satu hal yang tidak boleh kita lupakan ketika mendidik anak kita adalah menemani mereka saat menonton
tayangan TV, internet dll. Suka atau tidak suka saat ini, TV dan media lain
telah lebih dahsyat merusak akhlak anak-anak kita. Alangkah bijaknya bila orang
tua bisa memilah apa yang ditonton anak atau bila perlu menggantinya dengan
tontonan Islami yang akan memberikan pengaruh positif pada anak.
Nah, ini mengingatkan saya pada pendapat teman yang tidak mau
menyiapkan anaknya terkait mimpi basah dst, padahal dia dokter, dengan alasan
nanti malah mempercepat puber. Berbeda dengan materi bu Elly Risman yang justru
mengajarkan perbedaan mani, wadi, madzi dengan cairan yang mirip konsistensinya
(lem dkk). Ternyata memang ada pakar lain yang berpendapat demikian ya, bahwa
pengenalan justru bisa berdampak negatif.
Comments