pelecehan seksual
Dalam kelompok 3 materi yang dibahas adalah bagaimana kita
mendidik anak untuk menghindari pelecehan seksual.Dari penjelasan yang
diberikan sangat jelas bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendampingi
anak anaknya sebelum anak dilepas untuk bersosialisasi dengan temannya ataupun
dengan orang dewasa lainnya. Sehingga dia sudah paham mana sentuhan yang boleh
dan mana sentuhan yang tidak baik.
Apa yang bisa orangtua lakukan untuk membuat anak sadar bahaya
pelecehan seksual?*
1. Ajarkan anak tentang anatomi tubuhnya
Dengan mengajarkan anak nama-nama yang tepat untuk setiap bagian
tubuh, mereka akan lebih akurat saat menceritakan apa yang terjadi pada mereka
jika seseorang melecehkan mereka. Dengan menggunakan istilah anatomi yang
sesuai, semua orang yang terlibat akan memahami persis apa yang anak-anak
maksud guna meminimalisir kemungkinan salah tafsir. Misalnya, akan jauh lebih
jelas jika seorang anak bisa melaporkan pelecehan yang terjadi dengan, œorang
itu menyentuh vaginaku dengan penisnya dibanding dengan jika ia mengatakan œorang
itu pegang burungku.
2. Ajarkan anak mengenai batasan
Prinsip yang paling utama yang harus Anda ajarkan sejak dini
adalah tubuh adalah milik pribadi, bahwa setiap manusia memiliki hak untuk
menentukan apa yang bisa dan akan mereka lakukan terhadap tubuhnya
masing-masing, siapa yang boleh menyentuhnya, dan bagaimana orang lain
menyentuh tubuh mereka. Hak setiap anak harus dijamin dan diperlakukan sama,
layaknya orang dewasa.
*Mana sentuhan yang
baik dan yang tidak baik?*
Sentuhan yang baik adalah sentuhan yang bisa memberikan kita
kenyamanan dan merasa dipedulikan. Jelaskan pula pada anak bahwa terkadang,
sentuhan yang baik bisa saja terasa sakit, misalnya, saat membersihkan luka.
Memang sakit, tapi akan membuat ia jadi lebih baik.
Sedangkan sentuhan yang tidak baik adalah sentuhan yang
menyakitkan, baik secara fisik maupun emosional. Contohnya: saat seseorang
memukul, mencubit, atau menendangnya.
Satu jenis sentuhan lainnya adalah sentuhan yang tidak
diinginkan, yang biasanya adalah sentuhan yang baik, tapi tidak diinginkan
untuk saat ini. Misalnya, diayunkan di ayunan rasanya sangat menyenangkan, tapi
jika dilakukan setelah makan siang, mungkin anak Anda akan merasa pusing dan
mual, makanya mereka cenderung tidak menginginkannya.
*Mana yang termasuk pelecehan seksual?*
Sentuhan pelecehan seksual adalah jenis-jenis sentuhan yang
membuat anak-anak takut, cemas, atau gelisah di bagian-bagian tubuh privat
(yang biasanya tertutup pakaian sehari-hari, termasuk baju renang)
*Hal-hal yang perlu dijelaskan kepada anak :*
1. sentuhan ini mungkin
seperti œbaik, tapi terasa tidak nyaman
2. jika seseorang
menyentuh mereka dan kemudian meminta mereka untuk menjaga rahasia tentang
sentuhan tersebut, maka sentuhan tersebut adalah pelecehan seksual.
3. Terangkan dengan jelas
bahwa pelecehan seksual juga bisa
terjadi jika mereka disentuh saat mereka menggunakan pakaian lengkap, contohnya
seseorang meraba celana atau rok mereka.
*Ajarkan anak berkata tidak*
Ajarkan anak bahwa mereka memiliki hak untuk menolak dan berkata
tidak. Mayoritas kasus pelecehan anak dilaporkan berdasarkan paksaan dan bukan
kekerasan fisik. Mengajarkan anak untuk bisa berkata œtidak! dengan jelas dan
tegas dapat memberikan perbedaan yang signifikan di banyak situasi.
Memang ada beberapa batasan jelas di mana anak tidak bisa
berkata tidak, dan disinilah kebingungan orangtua bisa terjadi. Saat berdiskusi
dengan anak, perjelas bahwa mereka bisa bilang tidak kepada siapapun yang ingin
mencium mulut, menyentuh vagina, penis, dada, atau bokong mereka, atau
bagian-bagian tubuh lainnya yang biasanya tertutupi pakaian. Perjelas pula
bahwa mereka punya hak untuk menolak dengan keras jika orang tersebut
mengatakan bahwa sentuhan ini aman dan tidak akan membuat mereka dihukum. Ajari
anak untuk mempercayai insting mereka dan jika sesuatu terasa aneh, katakan
tidak.
Selalu dampingi anak di kehidupannya
¡Sisihkan sebagian waktu Anda untuk bersama anak di mana mereka
bisa mendapatkan perhatian penuh dari Anda. Pastikan kepada mereka bahwa mereka
bisa curhat kapan saja mengenai segala hal yang terjadi di keseharian mereka,
atau jika mereka memiliki pertanyaan tertentu, atau jika mereka merasa
seseorang membuat mereka merasa tidak nyaman.
¡Pastikan pula bahwa mereka tidak akan mendapat masalah jika
menceritakan hal-hal tersebut. Banyak pelaku pelecehan yang menggunakan trik
ancaman atau suap agar korbannya menjaga rahasia tentang kekerasan yang mereka
alami.
¡Selalu ingatkan anak bahwa tidak apa-apa untuk berbicara dengan
Anda, terlepas dari apapun topik pembicaraannya. Dan ingat, peran Anda sebagai
orangtua adalah untuk selalu tepati janji dan jangan berikan hukuman saat
mereka bicara jujur dengan Anda.
Comments