*PENDIDIKAN SEKS SESUAI KAIDAH AGAMA SEBAGAI UPAYA MENJAGA FITRAH SEKSUALITAS*
*PENDIDIKAN SEKS SESUAI KAIDAH AGAMA SEBAGAI UPAYA MENJAGA
FITRAH SEKSUALITAS*
Tahapan perkembangan kehidupan seksual manusia menjadi 5 fase :
1. Fase Oral ( 0-1 tahun
).
Fase dmn kepuasan fisik dan emosional terfokus pada daerah
mulut.
2. Fase Anal ( 1-3 tahun ).
Sensasi dari kesenangan berpusat pada daerah anus dan segala
aktivitas yang berhubungan dgn anus.
Anak mulai di kenalkan toilet training.
3. Fase Phalic ( 3-6 tahun ).
Masa di mana alat kelamin merupakan bagian paling penting. Masa
Ini sangat penting untuk perkembangan identifikasi jenis kelamin pada anak.
4. Fase Latency ( 7-10 tahun ).
Masa di mana kebutuhan seksual anak sudah tdk terlihat lagi.
Anak di harapkan sudah dapat mengindentifikasi dirinya dengan baik dan mulai
melakukan kegiatan dengan jenis kelamin yang sama dengan nya.
5. Fase Genital ( 10-15 tahun )
Masa di mana mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis
Penerapan pendidikan seks menurut kaidah agama Islam :
1. memberi nama yang baik sesuai jenis kelamin
nya.
2. mengajarkan toilet training
3. mengkhitan dan mendidik menjaga kebersihan
alat kelamin.
4. menanamkan rasa malu
5. melarang anak laki2 menyerupai anak perempuan
6. pengajaran pendidikan seks melalui sholat
7. memisahkan tempat tidur anak
8. mengenalkan waktu berkunjung ke kamar orang
tua ( meminta izin di 3 waktu )
9. mendidik anak agar selalu menjaga pandangan
mata
10.
memerintahkan
anak perempuan berhijab bila telah baligh
Pentingnya akan pemahaman konsep diri anak akan berpengaruh terhadap perilaku
seksualnya dimasa dewasanya. Konsep diri ini terbangun sejak anak usia 1 tahun,
dimana anak mulai mengidentifikasikan dirinya sesuai jenis kelamin.
Pemahaman konsep diri tersebut dapat berupa mengidentifikasi
dirinya sendiri (laki-laki atau perempuan), menghargai dan menghormati dirinya
sendiri, memahami perilaku-perilaku yang mungkin berpotensi merendahkan dan
mengacu kepada pelecehan seksual.
Dengan demikian pendidikan seks yang diberikan harus sesuai
dengan tingkat pemahaman dan usia anak sebagai upaya untuk menjaga fitrah seksual
serta mencegah dari terjerumusnya perilaku yang menyimpang yang dapat memicu
terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual pada anak
Comments