Kebun jagung pak tani

Kebun Jagung Pak Tani

Suatu hari disebuah desa ada satu keluarga yang tinggal disana. Ada Pak Tani, Bu Tani dan 2 anaknya. “Anaknya namanya siapa saja kak?” “Namanya Nisa bu, adeknya namanya Dara.” Katanya. Pak Tani punya kebun Jagung yang sangat luaaaaassss sekali. Didekat kebun Pak Tani ada sebuah hutan tempat tinggal teman – teman Nisa. Ada Harimau, kancil, singa, kuda, kerbau, tupai dan hewan hewan yang lain.
Setiap hari Pak Tani selalu ke kebun dan Nisa selalu menemani Pak Tani ke kebun sebelum ke sekolah dan menyapa teman teman – temannya yang tinggal di hutan. Seperti pagi itu, Nisa bangun tidur langsung mandi dan membantu adiknya mandi sementara ibu menyiapkan makan dan ayah mempersiapkan barang – barang yang dibawa ke kebun. Setelah selesai mandi Nisa menghampiri ibu dan pamit kepada ibunya.
“ Ibu, Nisa mau berangkat sama ayah ke kebun,” kata Nisa
“ Eits.. sarapan dulu nisa,” kata ibu.
“ Iya, kita sarapan dulu supaya kita punya tenaga buat beraktivitas seharian nisa,.“kata ayah nisa menambahi.
“ O gitu ya? Oke deh kalau begitu. “ kata Nisa, sambil langsung menuju meja makan untuk makan bersama ayah, ibu dan adiknya.
Sebelum makan tak lupa Nisa berdoa sebelum makan.  Lalu setelah makan Nisa bantu ibu mencuci piring kemudian berpamitan pada ibu untuk berangkat ke kebun jagung bersama ayahnya. Sesampainya di kebun jagung nisa menyiram tanaman dan ngobrol dengan ayahnya.
“ Wah Nisa, kebun kita sudah subur sekali. Sepertinya sebentar lagi panen nih.  Ini karena Nisa rajin meyiram kebunnya. Terima kasih Nisa.”
“Iya yah, sama sama, senang ya kalau panen. Nanti jagungnya bisa kita makan dan kita jual ke pasar.” Kata Nisa
“ Iya Nisa, Alhamdulillah ya.”
Rupanya ada yang mendengarkan pembicaraan antara ayah dan Nisa. Dia adalah si Kancil yang sedang lewat kebun Pak Tani. “ Wah kebun Pak Tani sedang berbuah lebat. Hmmm nanti malam aku mau mencoba ah...kalau aku coba stu saja pasti Pak Tani Tidak Tahu.” Gumam Kancil
Malam harinya..... Kancil datang ke kebun Pak Tani dan memakan satu jagung di kebunnya. “ Wahhhhh jagungnya manis sekali.... Karena jagungnya manis, sikancil ambil lagi, lagi, dan lagi.. Dan akhirnya.... semua jagung Pak Tani habis.
“ Waduh, jgung Pak Tani habis, gimana ni....akhu harus segera pergi dari kebun. “ kata Kancil sambil lari sekencang kencangnya ke Hutan.
Pagi harinya ketika Pak Tani dan Nisa ke kebun mereka kaget mendapati Kebunnya sudah habis. Tidak ada satupun jagung yang masih bersisa. “ Masyaallah, kebun Jagung kita kenapa Ayah?” tanya Nisa kepada ayahnya dengan nada sedih. “ Iya kenapa ya? Siapa yang merusak kebun kita ya Nis?”kata ayah. “Hmmm, nanti Nisa tanya ke teman teman Nisa ayah.” Kata Nisa.
Sepulang sekolah Nisa mapir ke Hutan untuk bertemu dengan teman – temannya dan menanyakan kepada mereka barangkali ada yang tahu siapa yang sudah menghabiskan jagungnya.
“teman – teman, ada yang tahu gak siapa yang makan jagung di kebun ayahku?” tanya Nisa. Dan semua temannya menggeleng. “ Benar kalian tidak tahu? Monyet?Kancil?Kambing?Harimau?”Dan semua menjawab tidak tahu.
Akhirnya karena tidak ada yang tahu siapa yang makan jagung di kebun, Nisa pulang kerumah dan menjelaskan ke Ayahnya bahwa temannya tidak ada yang tahu. Akhirnya mereka mengatur strategi bagaimana caranya supaya pencuri jagung bisa ditangkap. Keesokan harinya Nisa dan ayahnya ke kebun dan menanam kembali kebunnya dengan jagung dan merawatnya seperti tnaman sebelum – sebelumnya.
Seiring bertambahnya hari, tanaman Jagung mereka sudah tambah besar dan sudah mendekati waktu Panen. Kancil kembali melewati kebun Pak Tani dan dia mempunyai pemikiran yang sama dengan sebelumnya. “ Wah kebun Pak Tani sudah besar, Pasti enak seperti yang dulu, nanti malam aku ambil lagi ah. Pasti mereka tidak tahu kalau aku yang makan. Seperti yang kemarin. Hmmmm nikmattt” kata Kancil. Malam harinya dia datang ke kebun dan ketika dia masuk Kebun terdengar suara yang kencang sekali. Jepret....rupanya Pak Tani pasang jebakan  buat pencuri Jagung.
“Aduh...aduh....”teriak Kancil sambil berusaha melepaskan diri. Tapi ternyata dia tidak bsia keluar. Akhirnya sampai pagi dia tidak bisa melepaskan diri. Pagi harinya, Pak Tani dan Nisa datang dan terkejut melihat Kancil.
“ Kancil?” teriak mereka bersamaan, karena tidak menyangka kalau kancil yang mencuri. Kancil kaget dan terbangun sambil merintih kesakitan. “ iya Pak Tani, “ kata Kancil. “ Maafkan saya Pak tani, Saya salah. Saya yang menghabisakan jagung Pak Tani. Awalnya hanya mau mencoba, tapi ternyata kebablasan.”
“Kemari n aku tanya katanya kamu gak tahu siapa yang menghabisakan?”
“Iya, maaf Nisa, aku takut kamu marah.”
“Hmmm..sebaiknya kamu mengaku kemarin Kancil. Kalau kamu mengaku kan gak akan terjadi kayak gini. Sekarang kaki kamu jadi sakit kan?” Sambil melepaskan jebakan, dan mengobati luka Kncil
“Iya pak. Maaf”
“Lain kali jangan diulangi ya Cil, kalau kamu  mau bilang saja. Jangan mencuri.”
“ Iya Pak Tani”
Setelah kakinya diobati, Kancil diantar Nisa dan Pak Tani ke rumahnya.

#dongengsebelumtidur

Comments

Popular Posts