Kancil yang serakah
Suatu hari di sebuah hutan tinggallah Harimau, kancil, singa, kuda, kerbau, tupai dan hewan hewan yang lain. Tidak jauh dari Hutan terdapat kebun Jagung Pak Tani yang subur. Setipa Hari Pak Tani dan Anaknya menyirami kebunnya supaya subur dan cepat berbuah. Seiring bertambahnya hari semakin besar pula jagungnya.
Siang itu burung merpati terbang melewati kebun Pak Tani dan dia melihat kebun Jagungnya yang sudah siap di panen. Sesampainya di hutan Merpati menceritakan kepada teman temannya bahwa kebun Pak Tani berbuah lebat.Kancilpun berbicara dalam hatinya. “Wah kebun Pak Tani sedang berbuah lebat. Hmmm nanti malam aku mau mencoba ah...kalau aku coba satu saja pasti Pak Tani Tidak Tahu. Kalau aku minta ke Pak Tani pasti Cuma dapat sedikit” Gumam Kancil.
Malam harinya..... Kancil datang ke kebun Pak Tani dan memakan satu jagung di kebunnya. “ Wahhhhh jagungnya manis sekali.... Karena jagungnya manis, sikancil ambil lagi, lagi, dan lagi.. Hmmm jagungnya manis banget. Aku mau bawa pulang jagungnya ah.” Kata Kancil. Kancil mengambil kantong dan memasukkan sisa jagung ke kantong tersebut.Kancil pulang dengan menyeret kantongnya sampai rumah.
Pagi hari ketika Pak tani datang ke kebun jagungnya, Pak Tani kaget. Jagungnya habis. “Wahhhh kemana ya Jagung – jagungku. Kok sudah habissemua?” Kata Pak tani sambil mengamati keadaan sekitar kebunnya.
“Hmm...ini ada bekas kantong ditarik. Coba aku ikutin kemana kantong itu mengarah.”.
Pak tani terus mengikuti jejak kantong tersebut sampai ke tengah hutan. Dan ternyata berhenti di depan rumah Kancil. Pak tani mengetuk pintu kancil. Tok..tok...tok....tidak ada jawaban. Dia ketuk lagi. Tok...tok...tok...masih tidak ada jawaban. Ketiga kalinya diketuk lagi.... Tok...tok...tok... Dan masih tidak ada jawaban. Akhirnya Pak tani pulang karena tidak ada jawaban dari Kancil.
Rupanya Kancil sudah tahu bahwa Pak Tani yang mengetuk pintunya. Tapi Kancil takut sama Pak Tani. Jadi dia bersembunyi didalam rumah. Di tengah Jalan Pak tani bertemu Merpati dan Pak Tanipun menyapa Merpati. “ Assalamualaikum merpati, dari mana merpati?.” Sapa Pak Tani.
“ Waalaikum salam Pak, dari keliling hutan saja. Tumben ni Pak Tani keliling Hutan sendiriam, ada yang bisa dibantu Pak tani?
“Begini Merpati. Kebunku udah habis dimakan seseorang. Ketika aku ikutin jejaknya, jejak itu mengarah ke rumah Kancil. Tapi aku ketok ketok kancil tidak keluar.”
“ O...gitu Pak Tani, tadi aku lewat rumah kancil dan dia ada di rumah sepertinya. Hmmmm gimana kalau aku bantu Pak Tani? Aku ketuk rumah kancil dan Pak Tani sembunyi dulu. Nanti kalau kancil sudah keluar baru Pak Tani keluar dari persembunyian. Bagaimana pak?” kata Merpati.
“ Hmmm....boleh deh... yuk kita kerumah kancil. “ Kata Pak Tani.
Sesampainya dirumah Kancil Pak Tani ketuk ketuk rumah kancil. “Tokkk...tok...tok... Assalamualaikum kancil..ini merpati” kata merpati. Tak berapa lama kancil membuka pintu.
“ Waalaikum salam. Ada apa merpati? Kata Kancil. Tiba tiba Pak tani keluar dari persembunyiannya. Melihat Pak tani yang tiba tiba muncul Kancil Kaget bukan main. “ Pak Tani????” Kata Kancil terlihat gugup.
“ Kancil, kamu ya yang mengambil jagungku? Tanya Pak Tani.”
“Iya pak. Maaf”
“Lain kali jangan diulangi ya Cil, kalau kamu mau bilang saja. Jangan mencuri.”
“ Iya Pak Tani. Maaf kancil serakah,kancil nggak mau bilang ke Pak Tani karena takut Cuma dapat sedikit jagungnya.”
“Kan hasil panennya dibagi ke teman teman yang lain juga cil. Jadi semua kebagian. Kalau kamu yang habiskan sendiri yng lain bisa nggak kebagian.” Pak tani menjelaskan ke Kancil.
“ iya pak. Ini sisa jagungnya silakan dibawa pulang Pak Tani,” kata kancil
Pak tanipun membawa jagung yang dicuri kancil pulang dan membagikan ke penghuni hutan.
Comments